bosjogja.com

Produk BOS Neuven merupakan salah satu produk unggulan PT. BOS yang terdiri dari Double Stemcell, Lecithin, Vitamin dan Mineral

Apple Stemcell

Apple Stemcell, telah dipuji dalam dunia kosmetik dan fashion sebagai terobosan anti kerutan kulit yang terbaru. Juga berfungsi sebagai anti oksidan untuk melindungi tubuh dari penyakit.

Grape Stemcell, Solar Vitis

Grape Stemcell, Solar Vitis didasarkan pada stemcell dari buah anggur yang memiliki polyphenol sangat tinggi untuk perlindungan tubuh terhadap radiasi. Sehingga mampu meningkatkan vitalitas dan imunitas tubuh.

Soya Lecithin, Vitamin & Mineral

Soya Lecithin merupakan senyawa Phosphatidyl Choline (PC) yang terdapat pada kedelai, yang merupakan asam lemak tak jenuh berikatan rangkap. Senyawa ini umumnya ditemukan pada selaput sel tumbuhan dan hewan, termasuk pada jaringan urat syaraf dan otak manusia. Vitamin dan Mineral disebut sebagai mikronutrien dan merupakan bagian dari makanan yang tidak memberikan energy tapi penting untuk sel  dan jaringan serta sangat bermanfaat untuk tubuh.
Stemcell atau sel induk terdapat pada makhluk hidup baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan / buah-buahan. Stemcell atau sel induk adalah sel awal dari semua sel-sel di organ tubuh yang berfungsi untuk memicu regenerasi sel-sel di jaringan organ tubuh, seperti: sel kulit , sel jantung, sel hati dan sel organ reproduksi.

MANFAAT NEUVEN

  • Membantu meningkatkan daya penyerapan kolagen oleh tubuh
  • Menjaga kelembaban kulit agar kult senantiasa segar dan bercahaya
  • Mencegah dan mengatasi Hipertensi dan Stroke
  • Mencegah dan membantu mengatasi perubahan pigmen rambut dan kulit
  • Mencegah dan membantu mengatasi penyakit Jantung, Liver, Ginjal, Pencernaan dan mengaktifkan kerja Pankreas
  • Mempercepat penyembuhan luka dalam dan luar
  • Membantu penyembuhan flek paru-paru
  • Menyembuhkan maag
  • Mengatasi kesemutan
  • Haid menjadi teratur
  • Membantu menguatkan sendi dan tulang
  • Mengulangi resiko kanker
  • Membantu memperbanyak produksi ASI
  • Mengharmoniskan hubungan suami istri
  • Membersihkan dan mengharumkan vagina
  • Diperlukan pada proses kehamilan karena membantu sperma masuk kedalam membrane sel telur, sehingga pembuahan dapat terjadi.
  • Neuven berperan untuk menciptakan getaran yang merangsang ovum untuk terjadinya pembuahan ( fertilisasi )



JAMINAN KEAMANAN NEUVEN


BPOM RI MD 867028105052

==========================

HARGA NORMAL 970.000 / BOX

HARGA AGEN 660.000 x 3 BOTOL

==========================
silakan klik tautan berikut untuk menghubungi kami.

wa.me/6285878788282

MFP atau Maca Fertilizer Power adalah produk baru dari PT. BOS sebagai penggganti Maca M'x yang discontinued pemasarannya, merupakan kapsul herbal alami dengan kandungan zat gizi aktif yang berasal dari ekstrak Lepidium Peruvianum Chacon (MACA) kualitas terbaik yang berasal dari dataran tinggi Andes, Peru. Bahan MACA pada MFP dipanen dari ketinggian 4.200-4.500 mdpl kemudian bahan tersebut diolah dan diekstrak dengan teknologi mutakhir.
Lepidium Peruvianum Chacon atau yang biasa dikenal sebagai MACA, umumnya tumbuh di dataran tinggi Andes, Peru. Secara turun-temurun, masyarakat setempat memanfaatkan tanaman Lepidium Peruvianum Chacon (MACA) sebagai rahasia tonik umur panjang yang sehat dan bergairah.

MANFAAT MFP

MFP diformulasikan secara khusus untuk meningkatkan Stamina, memilihara Keseimbangan hormonal dan Kesuburan untuk menunjang kesehatan yang optimal dan bergairah. Dimana setiap 1 kapsul MFP setera dengan 5 kg Maca bubuk yang mengandung manfaat :
  • Memelihara stamina dan daya tahan tubuh. 
  • Memelihara keseimbangan hormonal tubuh.
  • Meningkatkan kesuburan, baik pria dan wanita.
  • Menjaga dan mengatasi nyeri pada saat menstruasi.
  • Membantu mengurangi gejala yang tidak nyaman saat Pre-Menstruasi Syndrome (PMS).
  • Membantu mengurangi gejala yang tidak nyaman menjelang menopause.
  • Membantu mengurangi stress dan memperbaiki mood.
  • Meningkatkan performa seksual yang bergairah.

KANDUNGAN ZAT AKTIF

  • Kandungan zat aktif yang hanya dimiliki oleh MFP terdiri dari:
  • Macadirine,
  • Macamides,
  • Macaene,
  • Glucosinolates,
  • Maca Alkaloid
  • Maca Nutrients.


ATURAN PAKAI

Terapi dengan Kombinasi Produk BOS lainnya:
  • 2 kapsul pagi hari dan 1 kapsul malam hari setelah makan

Terapi optimal
  • 3 kapsul pagi hari dan 3 kapsul malam hari

MFP – MACA FERTILIZER POWER 



JAMINAN KEAMANAN MFP


BPOM TR192325671

=======================

HARGA NORMAL 450.000 / BOTOL

HARGA AGEN 350.000 x 5 BOTOL

=======================

silakan klik tautan berikut untuk menghubungi kami.

  Alfalfa Concentrated Drink  


Alfalfa Concentrated Drink


Alfalfa merupakan tanaman yang dapat tumbuh di berbagai kondisi iklim dengan kemampuan adaptasi yang baik.
Alfalfa juga dikenal sebagai sari chlorophyllin (darah tumbuhan) yang berperan dalam proses fotosintesis.
Kandungan dalam Alfalfa Concentrated Drink

- Chlorophyllin

- Asam amino

- Flavonoid

- Vitamin & Mineral

- Serat

- Bioentropy Energy


Manfaat Alfalfa Concentrated Drink


• Membantu fungsi hati untuk membersihkan tubuh dari racun-racun kimia sintesis

• Memberikan asupan nutrisi pada otak

• Mempercepat penyembuhan luka

• Menghilangkan bau badan dan bau mulut (anti bakteri)

• Meningkatkan/ memperbaiki fungsi percernaan

• Membantu pembentukan sel darah merah sehingga baik untuk penderita anemia

• Mencegah peradangan dan konstipasi

• Mengurangi gejala menopause dan melancarkan haid

• Bersifat sebagai Release, Repair dan Rejuvenate yang seimbang



Anjuran pemakaian:


Mulailah dengan takaran rendah. Campurkan 1-2 sendok makan Alfalfa Concentrated Drink kedalam 200 ml air, minum 3 kali sehari sebelum makan (dapat dikonsumsi oleh semua umur)

Penyimpanan:

Simpan dalam lemari es setelah kemasan dibuka, jauhkan dari sinar matahari langsung



Untuk Pemesanan Silahkan Hubungi : 

 

Entropy Oil adalah Minyak yang dipadukan dengan energi Bio Entropy Energy (BEE) ini mempunyai kemampuan untuk meresap kedalam kulit dengan mudah dan cepat serta memberikan rasa hangat yang lama pada bagian otot atau bagian yang dioleskan.

Manfaat
 Entropy Oil :
1. Mengurangi rasa nyeri, bengkak dan memar, sakit kepala dan otot.
2. Meningkatkan peredaran darah.
3. Meningkat dan memperbaiki fungsi syaraf.
4. Memberikan rasa tenang dan meningkatkan kualitas tidur.
5. Mengurangi fibrosis.
6. Mempercepat regenerasi sel.

Ajuran Pemakaian : Oleskan/teteskan pada telapak tangan, kemudian tempelkan pada bagian yang sakit, jangan dipijat (hanya untuk pemakaian luar)



Untuk Pemesanan Silahkan Hubungi : 

 

Sampai saat ini, malaria masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang paling dikhawatirkan di Indonesia. Mencatut CNN Indonesia, laporan Kemenkes tahun 2017 menyatakan bahwa dari total 262 juta penduduk Indonesia, sebanyak 4,9 juta atau dua persennya tinggal di daerah sangat rawan penyebaran malaria, seperti Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sebagian Kalimantan. Selama tahun 2017 pula tercatat ada 261.617 kasus malaria yang menewaskan setidaknya 100 orang di Indonesia.
Meski angka kejadian malaria tidak sebesar demam berdarah dengue (DBD), tapi risikonya tidak bisa disepelekan. Malaria bisa mengancam nyawa, terlebih pada anak-anak. Maka dari itu tiap orangtua harus waspadai gejala malaria sedini mungkin.

Bagaimana malaria ditularkan?

mitos tentang malaria
Malaria adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Parasit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang telah terinfeksi. Ketika Anda tergigit nyamuk Anopheles betina, parasit akan masuk ke dalam aliran darah dan berkembang biak di hati (liver).
Jika nyamuk menghisap darah dari orang yang sudah terinfeksi lebih dulu, maka secara otomatis parasit ini akan masuk ke dalam nyamuk tersebut. Ketika nyamuk tersebut menggigit manusia yang sehat, manusia tersebut akan tertular parasitnya.
Namun, malaria juga bisa ditularkan melalui transfusi darah dan dari ibu ke janin atau yang disebut dengan malaria kongenital. Infeksi ini sangat umum terjadi pada daerah yang beriklim tropis.

Berbagai gejala malaria pada anak

demam anak berkepanjangan
Gejala malaria pada anak biasanya muncul tergantung dari jenis parasit yang ditularkan. Anda perlu waspada jika buah hati Anda menunjukkan berbagai gejala seperti:
  • Nafsu makan menurun drastis.
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Mudah rewel.
  • Rasa sakit dan nyeri di seluruh tubuh terutama punggung dan perut.
  • Limpa yang membesar.
  • Kejang atau hilang kesadaran ketika malaria sudah menjangkit otak.
  • Anak mengalami kesulitan untuk tidur.
  • Demam, bisa terus menerus atau muncul dan hilang secara bergantian.
  • Demam bisa terus meningkat dalam 1 hingga 2 hari dan bisa mencapai 40,6 derajat celcius.
  • Badan menggigil tetapi berkeringat.
  • Laju napas lebih cepat dari biasanya.
Dalam beberapa kasus bahkan anak bisa mengalami hipotermia, bukan lagi demam. Artinya, anak memiliki suhu tubuh yang jauh lebih rendah dari biasanya. Umumnya, gejala ini muncul pada anak usia dibawah lima tahun yang terjangkit malaria.
Malaria adalah penyakit yang serius dan terbukti bisa berakibat fatal terutama bagi anak bayi dan balita. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter saat Anda melihat berbagai gejala malaria pada anak. Apalagi jika Anda sedang berada di daerah yang endemis malaria.
Anak-anak sangat suka bermain. Selain memuaskan rasa ingin tahu, anak juga bisa belajar berbagai hal lewat permainan. Selain itu, bermain juga menawarkan berbagai manfaat lainnya untuk tumbuh kembang anak Itulah kenapa bermain juga dapat dijadikan sebagai perawatan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Metode ini dikenal dengan terapi bermain (play therapy). Namun, anak-anak dengan kondisi apa saja yang disarankan mengikuti terapi ini?

Manfaat terapi bermain untuk anak

Anak berkebutuhan khusus umumnya mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas yangbisa  dilakukan anak lain dengan mudah. Namun, kondisi ini tidak jadi penghalang bagi anak untuk bisa beraktivtas dan berinteraksi dengan teman-teman seusianya.
Untuk mengatasinya, biasanya dokter anak, dokter spesialis kejiwaan anak, atau psikolog akan merekomendasikan terapi bermain atau play therapy. Ada banyak manfaat play therapy untuk anak, antara lain:
  • Mengembangkan rasa percaya diri anak pada kemampuannya
  • Menumbuhkan empati, rasa hormat, dan menghargai orang lain
  • Meningkatkan kemampuan untuk mengendalikan diri dan keterampilan sosial
  • Belajar untuk mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat
  • Mengasah kemampuan untuk memecahkan masalah lebih baik
  • Melatih anak untuk bertanggung jawab atas perilakunya
Seperti namanya, terapi dilakukan dengan berbagai permainan anak, mulai dari bermain boneka, menyusun balok, menggambar, mewarnai, bermain alat musik, dan permainan lainnya.
anak hiperaktif adalah

Anak-anak yang direkomendasikan untuk ikut terapi ini

Play therapy sering digunakan sebagai perawatan anak-anak yang merasa tertekan, hidupnya penuh stres, atau memiliki kondisi medis tertentu. Anak-anak yang membutuhkan terapi ini, meliputi:
  • Anak-anak yang ditelantarkan orangtua
  • Anak yang orangtuanya bercerai dan hidup terpisah.
  • Memiliki penyakit kronis, gangguan kecemasan, penyakit ADHD, stres, atau depresi
  • Anak yang cacat akibat luka bakar, penyintas kecelakaan, dan/atau memiliki cacat bawaan lahir, seperti tuli, buta, atau bisu.
  • Mengalami gangguan belajar seperti disleksia
  • Anak yang prestasi akademisnya buruk karena satu dan lain hal
  • Anak yang mengalami trauma akibat kecelakaan, kekerasan dalam rumah tangga, korban bencana alam, atau korban kekerasan seksual.
  • Mengalami kesedihan atau kecenderungan depresi setelah ditinggal orang yang disayanginya.
  • Anak yang memiliki fobia dan menarik diri dari dunia luar.
  • Anak yang cenderung bersikap agresif, susah diatur, dan sulit mengendalikan emosi.
Pernah melihat seorang bayi yang memiliki benjolan di bagian leher atau kepalanya? Kemungkinan besar bayi tersebut mengalami higroma kistik, terlebih jika benjolan tersebut semakin membesar dari waktu ke waktu. Sebenarnya, apa penyebab dan bagaimana gejala yang ditimbulkan? Simak penjelasan lengkapnya melalui ulasan berikut ini.

Apa itu higroma kistik?

Cystic hygroma atau higroma kistik adalah pertumbuhan jaringan abnormal pada sistem limfatik tubuh. Leher dan kepala bayi merupakan bagian yang paling sering ditumbuhi kista higroma. Namun tak jarang, benjolan bisa juga tumbuh di bagian tubuh lainnya seperti dada, ketiak, kaki, bokong, hingga selangkangan.
Benjolan ini bisa terdiri dari satu kista (kantung) atau lebih yang akan semakin membesar seiring berjalannya waktu. Sebagian besar kasus kista higroma kerap menyerang usia anak-anak, khususnya saat bayi masih di dalam kandungan. Meski begitu, kondisi ini juga dapat berkembang setelah bayi lahir.
Melansir dari Medical News Today, higroma kistik yang baru tumbuh setelah lahir biasanya termasuk jinak atau tidak berbahaya. Hanya saja, jika kista ini terus berkembang tentu dapat membahayakan organ-organ di sekitarnya. Misalnya mengganggu pernapasan, atau membuat bayi susah menelan.

Apa penyebab higroma kistik?

Ada 2 faktor penyebab higroma kistik, yakni karena faktor lingkungan dan faktor genetik atau keturunan. Infeksi virus dari ibu ke bayi, serta penggunaan obat-obatan terlarang dan alkohol selama masa kehamilan diyakini sebagai sebagian kecil penyebab terjadinya kista higroma ini.
Selain itu, kebanyakan kasus higroma kistik berkembang karena adanya kelainan kromosom di dalam tubuh bayi. Mulai dari sindrom Turnertrisomy 13, 18, atau 21, sindrom Noonan.

Bagaimana gejala yang muncul dari higroma kistik?

Gejala kista higroma tidak selalu sama, melainkan tergantung dari letak pertumbuhan kista pada tubuh. Beberapa anak bahkan bisa tidak mengalami gejala apa pun, kecuali pertumbuhan benjolan yang kian membesar setiap harinya.
Kista higroma yang tumbuh setelah bayi lahir biasanya baru benar-benar terlihat setelah anak berusia sekitar 2 tahun, dengan gejala berupa:
  • Pertumbuhan kantung jaringan yang berisi cairan di satu atau beberapa bagian tubuh
  • Kista tampak kebiruan
  • Sleep apnea
  • Kesulitan saat makan dan bernapas
  • Pertumbuhan terhambat
  • Kelainan tulang dan gigi
Dalam kasus yang jarang, kista higroma yang sudah semakin membesar bisa saja terinfeksi sehingga akhirnya berdarah.

Bagaimana cara menanganinya?

Sebenarnya, higroma kistik tidak harus selalu diobati selama pertumbuhannya dirasa tidak membahayakan alias jinak. Pertimbangan ini dapat dipilih jika memang jaringan tersebut tidak bersifat kanker, dan malah berisiko merusak jaringan yang sehat bila nantinya jaringan diangkat.
Akan tetapi, pertumbuhan kista higroma mau tidak mau harus dihentikan jika dirasa dapat membahayakan pertumbuhan dan kesehatan bayi. Pengobatan pertama yang dapat dilakukan dokter yakni dengan skleroterapi.
Skleroterapi adalah metode pengobatan yang dilakukan dengan cara menyuntikkan bahan kimia bernama sklerosant ke dalam jaringan kista. Bukan hanya sekali, tapi ada beberapa sesi pengobatan skleroterapi yang harus dijalani demi memastikan kista sudah tidak lagi berkembang.
Meski diyakini dapat membantu mengecilkan pertumbuhan jaringan, masih ada kemungkinan kista dapat tumbuh kembali. Pilihan selanjutnya yang bisa dipertimbangkan, yakni dengan menempuh jalur operasi setelah usia anak sudah cukup dewasa.
Pengobatan tidak selalu harus memilih salah satu di antara keduanya. Baik itu skleroterapi maupun tindakan operasi dapat dilakukan bersamaan, ketika kondisi anak memang membutuhkan kedua pengobatan ini 
Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga rentan mengalami infeksi saluran kencing. Bahkan melansir dari WebMD, dari semua kasus, ada sebanyak 8 persen anak perempuan dan 2 persen anak laki-laki terkena infeksi saluran kencing sejak usia 5 tahun. Lantas, apa penyebab infeksi saluran kencing pada anak dan apa saja gejala yang harus diwaspadai? Berikut selengkapnya.

Apa saja penyebab infeksi saluran kencing pada anak?

Secara umum, infeksi saluran kencing terjadi ketika bakteri E.coli masuk dan menginfeksi organ-organ perkemihan. Bakteri tersebut masuk dari lubang kencing, yaitu lubang penis bagi pria dan uretra pada perempuan, kemudian dari uretra dan masuk ke dalam tubuh.
Dibandingkan anak laki-laki, anak perempuan justru lebih mudah terkena infeksi saluran kencing. Ini karena anak perempuan memiliki uretra (saluran terakhir yang membuang urine ke luar tubuh) yang lebih pendek daripada pria. Akibatnya, bakteri yang masuk akan lebih mudah mencapai kandung kemihnya.
Selain itu, uretra anak perempuan juga berada lebih dekat ke anus. Itulah kenapa, Anda wajib menjaga kebersihan organ intim si kecil dengan baik.
Salah satu caranya adalah dengan membilas organ intim anak dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air besar. Tentu saja, hal ini bertujuan untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke uretra sehingga risiko infeksi saluran kencing pada anak jadi semakin kecil.

Tanda dan gejala infeksi saluran kencing pada anak

penyebab ngompol
Gejala infeksi saluran kencing pada anak usia muda cenderung lebih sulit dideteksi daripada orang dewasa. Bahkan, bayi dan anak-anak biasanya tidak mengalami gejala apa pun. Mereka pun belum bisa menyampaikan gejala-gejala yang mereka rasakan dengan jelas kepada Anda, sehingga sering kali terlewatkan.
Namun, seiring dengan bertambahnya usia, gejala infeksi saluran kencing pada anak mulai bisa Anda amati. Gejala tersebut meliputi:
  • Penurunan nafsu makan
  • Mengeluh sakit saat buang air kecil
  • Bau kencing menyengat
  • Air kencing keruh disertai endapan putih
  • Sering buang air kecil hingga mengompol
Jika bakteri penyebab infeksi sudah mulai masuk ke ginjal, gejala yang dirasakan anak bisa jadi lebih parah. Gejala tersebut di antaranya:
  • Gampang marah atau rewel
  • Badan menggigil atau kedinginan
  • Demam tinggi
  • Kulit memerah
  • Mual dan muntah
  • Sakit pinggang atau punggung
  • Sakit perut
Jika si kecil mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter anak terdekat. Selain untuk memastikan penyebabnya, hal ini juga dilakukan untuk mencegah komplikasi infeksi penyakit kencing yang dapat terjadi, seperti penurunan fungsi ginjal, pembengkakan ginjal, hingga sepsis(keracunan darah).

Cara mengatasi infeksi saluran kencing pada anak

anak susah minum obat
Meski terlihat sepele, infeksi saluran kencing pada anak harus ditangani sesegera mungkin. Sebab jika tidak, bakteri di dalam saluran kemihnya dapat terus berkembang, menginfeksi ginjal, dan berakibat fatal.
Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik untuk mencegah risiko infeksi ginjal. Jenis antibiotiknya pun disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi dan seberapa lama perawatan yang dibutuhkan oleh anak.
Jika infeksi saluran kencing pada anak tergolong parah, maka anak Anda mungkin membutuhkan rawat inap. Hal ini baru akan dilakukan jika:
  • Anak berusia kurang dari 6 bulan
  • Mengalami demam yang tak kunjung membaik
  • Berisiko terkena infeksi ginjal
  • Anak mengalami sepsis
  • Mengalami dehidrasi, muntah, atau tidak bisa minum obat
Sembari mengobati infeksi saluran kencing, pastikan anak minum air putih yang cukup setiap hari. Hal ini dapat membantu membilas sisa-sisa bakteri  di saluran kemih anak dan mempercepat proses pemulihannya.
Selain itu, perhatikan juga cara membersihkan organ intim si kecil, terlebih bagi anak perempuan. Bersihkan alat kelamin anak dari depan ke belakang untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke vagina. Setelah itu, gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan nyaman digunakan oleh si kecil.
Anak-anak sangat suka dengan makanan manis, seperti permen, gulali, es krim, susu, dan sebagainya. Namun, terkadang anak-anak lupa untuk menggosok giginya setelah makan makanan manis. Hal ini memicu tumbuhnya bakteri pada gigi dan gigi anak jadi berlubang. Hal kecil ini kadang memang terlupakan oleh anak dan orangtua, kemudian baru disadari setelah gigi anak berlubang. Ayo, coba perhatikan gigi anak Anda.

Bagaimana gigi berlubang bisa terjadi?

Normalnya permukaan gigi ditutupi dengan plak gigi. Bakteri pada plak gigi akan memetabolisme gula dari makanan dan menghasilkan asam. Perlu diketahui, gula merupakan makanan dari bakteri. Asam ini kemudian akan mengikis mineral dari permukaan gigi atau biasa disebut dengan enamel.
Di lain sisi, saliva atau air liur yang terdiri dari kalsium dan fosfat akan mengurangi asam yang menyerang gigi dengan menetralisir dan mencegahnya menghilangkan mineral dari gigi. Namun, saliva membutuhkan waktu yang cukup untuk melakukan ini.
Jika anak Anda terus-terusan makan dan minum, terutama yang mengandung gula, saliva tidak akan punya cukup waktu untuk melakukan kerjanya. Siklus bakteri menghasilkan asam dan kemudian saliva membantu untuk mengurangi asam akan terus berlanjut. Karena terlalu banyak asam yang diproduksi, saliva tidak punya cukup tenaga untuk melawannya dan pada akhirnya mineral pada permukaan gigi akan terkikis. Bintik putih pada gigi kemudian akan muncul, menandakan mineral gigi sudah hilang. Ini merupakan tanda pertama dari gigi berlubang.
Perkembangan untuk menuju gigi berlubang dapat dihentikan pada saat ini. Permukaan gigi dapat memperbaiki dirinya dengan menggunakan mineral dari saliva dan fluoride dari pasta gigi. Namun, jika mineral yang hilang tetap tidak dapat digantikan, maka proses  untuk menuju gigi berlubang akan berlanjut. Seiring waktu, permukaan gigi akan melemah dan hancur, membentuk sebuah lubang.

Bagaimana cara mencegah gigi berlubang?

Gigi berlubang terjadi karena hilangnya mineral pada gigi yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini menghasilkan asam yang akan mengikis permukaan gigi. Sebenarnya, saliva dalam mulut kita sudah bekerja keras untuk menjaga gigi kita dari bakteri dan asam. Namun, karena makanan yang kita makan cukup banyak, saliva membutuhkan bantuan untuk melakukan kerjanya.
Untuk membantu saliva dalam mencegah gigi berlubang, Anda sebaiknya mengajarkan anak Anda untuk:

1. Rajin menyikat gigi secara teratur

Menyikat gigi secara teratur menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride penting dilakukan untuk mencegah gigi berlubang. Fluoride dapat mencegah gigi berlubang dengan cara mencegah hilangnya mineral dari permukaan gigi, menggantikan mineral yang hilang pada gigi, mengurangi kemampuan bakteri untuk menghasilkan asam.
Menyikat gigi sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Saat tidur, saliva yang dihasilkan hanya sedikit, sehingga sikat gigi sebelum tidur membantu gigi memperbaiki dirinya dari asam.

Aturan menyikat gigi untuk anak-anak

Saat anak menyikat gigi, sebaiknya perhatikan:
  • Tidak perlu untuk menambahkan pasta gigi untuk anak berusia di bawah 2 tahun saat menyikat gigi, air saja sudah cukup untuk menyikat gigi anak pada usia ini. Untuk anak usia 2-6 tahun, sebaiknya Anda yang memberi pasta gigi pada sikat gigi anak. Berikan hanya sebesar biji kacang saja, jangan terlalu banyak karena juga akan merusak gigi anak.
  • Ajari anak untuk membuang pasta giginya setelah menyikat gigi dan jangan sampai tertelan oleh anak. Kandungan fluoride yang tinggi pada pasta gigi anak jika tertelan oleh anak akan menyebabkan penyakit fluorosis. Anak usia di bawah 6 tahun biasanya cenderung untuk menelan pasta gigi saat menyikat gigi, apalagi rasa sikat gigi yang manis dan seperti buah membuatnya ingin menelannya.
  • Jika anak belum bisa menyikat giginya sendiri, sebaiknya Anda bantu menyikat gigi anak. Coba bantu anak Anda menyikat gigi pada awal-awal menyikat gigi dan biarkan ia yang meneruskannya sendiri.

2. Memperhatikan makanan yang dimakan anak

Makanan sangat mempengaruhi kesehatan gigi anak. Makanan dan minuman yang mengandung gula memicu bakteri untuk menghasilkan asam dari gula tersebut. Asam ini kemudian mengikis mineral pada permukaan gigi. Walaupun saliva dapat melawan asam, tetapi jika terlalu banyak asam yang dihasilkan oleh bakteri, saliva tidak mampu untuk menanggulanginya.
Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan makanan dan minuman apa saja yang dimakan anak dan seberapa sering anak makan dan minum yang manis-manis. Satu hal yang sering dilewatkan adalah apakah anak menyikat giginya setelah makan atau minum manis, hal ini sangat penting dilakukan untuk mencegah gigi berlubang apalagi jika anak Anda suka yang manis. Pastikan anak tidak makan lagi setelah sikat gigi sebelum tidur.
Beberapa makanan dan minuman manis yang sebaiknya dibatasi untuk dikonsumsi oleh anak adalah:
  • Cokelat
  • Cake dan biskuit
  • Kue manis dan pie buah
  • Puding
  • Sereal
  • Selai
  • Madu
  • Es krim
  • Sirup
  • Minuman ringan, seperti minuman bersoda dan minuman teh dalam kemasan
Sebaiknya beri anak waktu untuk menikmati makanan ringan manis tersebut, di antara waktu makan utama. Hal ini berguna untuk mengurangi kebiasaan anak makan makanan manis terus menerus dan juga untuk memberikan waktu bagi saliva untuk memperbaiki gigi.

3. Memeriksakan gigi anak ke dokter gigi secara rutin

Jangan lupa untuk selalu memeriksakan gigi anak secara rutin ke dokter gigi, setidaknya satu tahun sekali. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi anak, sehingga jika terjadi kerusakan pada gigi anak dapat diketahui sedini mungkin. Jelaskan dengan perlahan kepada anak bahwa mereka tidak perlu takut dengan dokter gigi.
Apakah Anda sering memergoki si kecil melakukan hal yang sama berulang-ulang tanpa alasan yang jelas? Misalnya, merapikan tasnya berkali-kali ketika akan berangkat ke sekolah atau si kecil kerap kali mencuci tangan berulang-ulang padahal tangannya sudah bersih dan kering? Bila jawabannya iya, hal ini bisa jadi tanda bahwa si kecil alami  Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Lantas, bagaimana orangtua harus menghadapi OCD pada anak? Apakah OCD pada anak bisa disembuhkan?

Memahami OCD pada anak

OCD adalah suatu kondisi psikologis yang ditandai dengan adanya pikiran cemas yang tidak terkontrol terhadap sesuatu alias obsesif. Hal ini akan menyebabkan pengidapnya melakukan sesuatu secara kompulsif atau berulang-ulang, agar rasa cemasnya hilang.
OCD pada anak yang menyebabkan seorang anak secara kompulsif melakukan sesuatu berulang-ulang atau ‘ritual’ tertentu untuk menghilangkan kecemasannya tersebut. Contohnya, seorang anak terobsesi pada kebersihan tangannya sehingga secara tidak sadar ia mencuci tangannya berkali-kali hingga yakin bahwa tangannya bebas dari kuman.

Lalu, bagaimana ortu menghadapi OCD pada anak?

OCD pada anak didiagnosis ketika perilaku berulang yang dilakukannya telah menghabiskan banyak waktu, menimbulkan rasa stres, dan mengganggu kegiatan hariannya, seperti sekolah. Biasanya, anak yang mengalami OCD akan sering merasa tertekan dan terganggu. Maka itu, si kecil membutuhkan Anda, sebagai orangtua, untuk membantunya menghadapi masalah ini.
Anak yang OCD perlu perlakuan khusus, tak bisa disamakan dengan anak-anak lainnya yang normal. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi OCD pada anak.

1. Jelaskan pada si kecil masalah yang ia miliki

Supaya lebih mudah dalam merawatnya, Anda harus bisa memberi tahu si kecil apa yang ia alami saat ini. Tak hanya apa itu penyakit OCD, tapi juga bagaimana dampak gangguan ini terhadap pikiran dan perilakunya.
Tentu saja, untuk bisa memberi tahunya dengan jelas, Anda harus paham betul seluk-beluk terkait OCD pada anak. Anda bisa mulai dari mencari informasi di internet dengan sumber yang terpercaya ataupun bertanya dengan psikiater dan psikolog.
Namun, tentu saja informasi yang akan Anda sampaikan harus sesuai dengan usia si kecil. Semakin besar ia, maka semakin mungkin Anda menjelaskan semua hal tentang penyakit OCD.
Anda juga dapat membawanya langsung ke psikiater dan psikolog untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Para ahli akan membantu Anda untuk menjelaskan pada si kecil mengenai penyakitnya tersebut.
beritahu anak ibu keguguran

2. Buat nama ‘panggilan’ untuk penyakit ini

Cara termudah untuk menjelaskan anak tentang OCD adalah dengan menamai OCD sebagai ‘orang lain’ yang mengontrol pikiran anak. Anda dapat menyebut OCD dengan nama ‘si jahat’ atau nama kreatif lain yang bisa menggambarkan OCD pada anak.
Anda bisa memberi tahu dia bahwa orang jahat ini sering kali datang dan memintanya untuk melakukan berbagai hal aneh. Katakan juga padanya bahwa ia dapat mengusir dan menolak perintah dari ‘si jahat’ sehingga si jahat ini bisa pergi dan tak mengganggunya lagi.

3. Jangan berkata “berhenti melakukan hal itu!”

Ketika anak anda terus menerus melakukan hal yang tidak masuk akal seperti memeriksa tasnya berkali-kali, sebaiknya anda tidak mengatakannya untuk berhenti. Anak cenderung merasa bahwa anda ‘menyerangnya’, menyuruhnya berhenti melakukan hal yang justru membuatnya tenang.
Gunakanlah nama ‘si jahat’ untuk memintanya berhenti. Anda bisa berkata, “Sepertinya si jahat menyuruh kakak untuk mengecek tasmu berkali-kali ya? Ayo lawan si jahat. Katakan padanya bahwa kakak sudah mengecek tas, dan tidak ada yang salah dengan tas itu!”

4. Berikan keyakinan pada Anak

OCD pada anak menyebabkan si kecil sering merasa kehilangan keyakinan dan cemas. Ia merasa cemas jika tidak mencuci tangan berkali-kali, tidak yakin apakah sudah mengunci pintu, dan tidak percaya bahwa bukunya sudah ada di dalam tasnya.
Setiap kali si kecil melontarkan pertanyaan pada Anda untuk meyakinkan dirinya, jawablah dengan sabar dan berikan keyakinan agar anak tidak cemas. Misalnya, ketika anak tidak yakin apakah bukunya ada di dalam tas dan mengecek berkali-kali, anda bisa katakan, “Ibu yakin, kamu sudah menaruhnya di dalam tas, dan tadi kamu sudah mengeceknya. Bilang pada si jahat kalau bukumu aman di tasmu.” Hindari berkata dengan nada negatif seperti, “Bukankah kau sudah mengeceknya ratusan kali? Kamu hanya akan membuat dirimu terlambat masuk sekolah!”

5. Ajak dan dampingi anak dalam mengikuti terapi

Tak sedikit anak yang enggan ketika diajak melakukan terapi. Nah, Anda harus pandai-pandai membujuk si kecil menjalani semua terapi yang harus dijalaninya. Berikan pengertian kepada si kecil, kalau terapi ini adalah salah satu cara untuk mengusir si jahat.
Terapi yang biasanya dilakukan untuk mengatasi OCD pada anak adalah program CBT atau Cognitive behavioural therapy. Melalui terapi ini, anak akan diajak untuk membiasakan diri dan memahami apa yang harus dilakukan ketika ia merasa cemas serta melakukan hal yang berulang-ulang kali.
Contohnya, jika anak Anda merasa ia akan sakit ketika tidak mencuci tangan sepanjang waktu, terapis akan membantu si kecil untuk belajar bahwa tidak akan terjadi hal buruk apapun jika anak menghentikan perilaku ini.
Dalam proses terapi, anak akan diajak untuk memegang sesuatu yang dianggapnya kotor dan membiarkan dirinya untuk tidak mencuci tangan dalam beberapa waktu. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa ia tidak akan sakit meskipun tidak mencuci tangannya sepanjang waktu.
OCD pada anak merupakan kondisi yang dapat menguras pikiran, tenaga, dan emosi Anda sebagai orang tua. Supaya Anda tidak ikutan stres, Anda dapat mencari atau bergabung dengan orang tua lain yang memiliki anak dengan OCD.
Dengan menemukan teman seperjuangan, anda dapat berbagi informasi dan dukungan. Anak anda juga akan mendapatkan dukungan emosional ketika menyadari bahwa ia tidak sendiri. Selain itu, rutin menemui dokter atau psikolog akan membantu, tidak hanya anak Anda, tetapi juga Anda.
Penyakit usus buntu (apendicitis) adalah kondisi peradangan pada usus buntu, yang terletak di bagian ujung usus besar. Sebagian besar kasus ini lebih banyak dialami oleh anak-anak ketimbang orang dewasa. Jangan disepelekan, radang usus buntu yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan organ kecil ini pecah sehingga menimbulkan infeksi serius. Sebelum itu semua terjadi, sebaiknya pahami sejak awal mengenai gejala usus buntu pada anak.

Apa saja gejala usus buntu pada anak?

Anak-anak biasanya masih sulit untuk mengutarakan keluhan apa yang mereka rasakan, termasuk saat mengalami tanda adanya usus buntu. Akibatnya, dampak yang berkembang nantinya bisa lebih parah karena tidak ditangani sejak awal.
Maka itu, penting untuk mengenali gejala usus buntu pada anak sejak dini agar keluhan ini dapat segera diobati. Melansir dari laman Everyday Health, gejala usus buntu pada anak-anak dan orang dewasa biasanya berbeda. Anak-anak umumnya akan merasakan gejala usus buntu yang khas, yakni berupa nyeri perut tapi disertai dengan demam.
Nyeri perut tersebut dapat semakin terasa ketika perut bagian kanan bawah ditekan selama beberapa saat. Peningkatan jumlah sel darah putih juga kerap dialami anak-anak sebagai tanda adanya infeksi. Terlepas dari itu semua, tentu ada beragam gejala usus buntu lainnya yang turut datang bersamaan, seperti:
  • Mual
  • Muntah
  • Tidak nafsu makan
  • Susah kentut dan buang air besar (sembelit)
  • Diare
  • Denyut jantung meningkat
  • Sering buang air kecil
  • Sakit saat buang air kecil
Rasa sakit atau nyeri pada perut biasanya akan semakin menjadi-jadi ketika anak bergerak, batuk, bersin, atau sekadar menyentuh perut.

Kapan harus ke dokter?

Jika semua tanda yang dialami atau dikeluhkan anak mengarah pada gejala usus buntu, sebaiknya jangan tunda untuk segera membawa anak ke dokter. Pasalnya, menunda pengobatan usus buntu malah akan berisiko mengakibatkan organ kecil ini pecah, sehingga semakin memperburuk kesehatan tubuh.
Sebagai orangtua, Anda harus lebih cermat saat mendapati anak mengeluhkan sakit perut yang kemudian disertai dengan muntah, demam, hingga penurunan nafsu makan yang tidak seperti biasanya.
Dokter akan menanyakan berbagai hal terkait kondisi tubuh dan gejala yang dialami anak, kemudian dilanjutkan dengan melakukan serangkaian pemeriksaan guna memastikan adanya peradangan pada usus buntu. Misalnya melalui prosedur pemeriksaan ultrasonografi (USG) perut, hingga tes darah atau urin untuk melihat kemungkinan adanya infeksi.
Gangguan bipolar adalah penyakit kejiwaan yang paling sering didiagnosis semasa remaja. Penyakit ini menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem. Anak bisa saja sewaktu-waktu jatuh dalam fase depresi (hipomania) selama berminggu-minggu, namun selanjutnya bisa tiba-tiba merasa amat sangat senang (fase mania). Remaja dengan kondisi ini harus mendapatkan perawatan yang tepat, supaya kualitas hidupnya jadi lebih baik.
Jika ada anggota keluarga Anda yang berusia remaja memiliki gangguan bipolar, bagaimana cara memberikannya semangat? Simak tipsnya berikut ini.

Penyebab gangguan bipolar pada remaja

Hingga kini tidak diketahui penyebab pasti gangguan bipolar pada remaja. Periset percaya bahwa gangguan pada otak ini difaktori oleh banyak hal, seperti:
  • Kelainan di otak. Ketidakseimbangan bahan kimia tertentu (neurotransmitter) dapat mengganggu sistem tubuh untuk mengatur suasana hati.
  • Genetik. Risiko gangguan bipolar lebih besar pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi ini.
  • Lingkungan. Gangguan bipolar pada remaja bisa terjadi akibat tekanan di lingkungan, seperti kematian anggota keluarga, perceraian orangtua, korban pelecehan atau kekerasan sehingga menimbulkan trauma.

Tips menyemangati remaja dengan gangguan bipolar

Gangguan bipolar dapat memengaruhi kualitas hidup remaja di kemudian hari. Untuk itu, mereka perlu perawatan dan dukungan dari orang-orang di sekelilingnya. Berikut cara Anda memberikan semangat pada remaja dengan gangguan bipolar.

1. Perdalam pengetahuan Anda tentang gangguan bipolar

Menghadapi remaja dengan gangguan bipolar tidaklah mudah.
Anda perlu meningkatkan pengetahuan mengenai penyakit ini dengan membaca buku atau informasi lainnya yang akurat mengenai gangguan bipolar.
Bila perlu, konsultasi pada psikolog atau dokter spesialis kejiwaan.

2. Hadapi dengan sabar tapi tetap beri perhatian

Remaja dengan penyakit bipolar bisa merasa depresi dan super aktif (mania) sehingga dapat menguji kesabaran Anda dalam menghadapinya.
Kuncinya, jangan pernah menyerah dan selalu pastikan ia merasa nyaman dan aman bersama Anda.

3. Perkuat hubungan batin Anda dan anak

Komunikasi adalah kunci untuk mempererat hubungan Anda dengan anak remaja di rumah yang mengidap gangguan bipolar. Anda perlu mendengarkan bagaimana perasaan mereka dengan penuh perhatian.
Ini membantu Anda mengetahui bagaimana kondisinya saat ia merasa sehat, depresi, atau mengalami episode mania. Hasil pengamatan Anda ini bisa membantu terapis atau dokter untuk menentukan perawatan yang tepat.

4. Bantu mereka untuk menjalani aktivitas sehari-hari

Remaja dengan gangguan bipolar cenderung sulit melakukan rutinitas harian dengan normal dan kerap kali melakukan tindakan yang berbahaya.
Untuk itu, mereka perlu bantuan Anda dalam beberapa hal, antara lain:
  • Mengatur jadwal berobat rutin, minum obat, atau menemani mereka terapi.
  • Membuat jadwal harian, seperti makan, tidur, mandi, olahraga dan aktivitas lainnya.
  • Bantu mempersiapkan kebutuhan mereka.
  • Bantu mereka bersosialisasi dengan teman dan keluarga.