Perkembangan Bayi di Usia 25 Minggu

Perkembangan Bayi di Usia 25 Minggu




Bagaimana seharusnya perkembangan bayi saya?

Pada tahap perkembangan bayi 25 minggu ini, bayi Anda sudah bisa dikatakan berusia 6 bulan atau setengah tahun. Ini adalah pencapaian besar, karena tidak terasa usianya sudah bertambah dan sebagai orangtua jangan sampai Anda melewati tiap perkembangannya.

Di minggu pertama bulan ke-6 ini, bayi umumnya sudah dapat:

Menjaga keseimbangan kepala dengan tubuh saat duduk bersandar
Mengucapkan beberapa kata dengan kombinasi huruf konsonan dan vokal.
Apa yang harus saya lakukan dengan bayi saya?

Di usia perkembangan bayi 25 minggu ini, saat bayi mulai menjadi lebih aktif, dia akan memerlukan pakaian yang lebih nyaman. Pilih bahan yang lembut yang tidak menyebabkan gesekan saat bergerak. Pakaian yang elastis dan longgar akan membuat bayi lebih aktif dalam menjelajahi ruangan.

Hindari pakaian bayi yang terbuat dari bahan yang kasar dan membuat gatal, pakaian dengan tali pengikat, kancing, atau yang dapat membuat bayi tersedak dan menimbulkan ketidaknyamanan yang dapat muncul selama tidur, merangkak atau bermain.

Bayi akan tahu bahwa kebiasaannya, termasuk yang dia sukai dan tidak sukai, akan menarik perhatian Anda. Jadi, mulai dari sekarang dan untuk beberapa tahun ke depan, dia akan melakukan apa saja untuk mencari perhatian.

Sekarang, hampir semua yang bayi lakukan akan terlihat sangat menggemaskan, tapi ketika dia bertumbuh besar, dia akan cenderung menjadi nakal untuk memancing reaksi Anda. Jangan lupa memberikan umpan balik positif ketika bayi bersikap baik karena ini adalah cara yang baik untuk mulai mencegah dan menghindari perbuatan buruknya.

Kesehatan Bayi Usia 25 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter?

Pada tahap perkembangan bayi 25 minggu ini, dokter akan melakukan tes fisik secara keseluruhan, menggunakan teknik diagnosis dan prosedur implementasi yang berbeda-beda. Dokter atau perawat akan memeriksa semua atau sebagian hal berikut:

Bertanya tentang bagaimana Anda dan anak dan anggota keluarga tinggal di dalam rumah, untuk makan, tidur, kemajuan bayi pada umumnya dan cara mengasuh anak yang akan Anda lakukan
Mengukur berat dan tinggi badan serta lingkar kepala bayi, memeriksa semua aspek fisik anak sejak lahir

Apa yang harus saya ketahui?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui pada tahap perkembangan bayi 25 minggu Anda:

1. Asma

Asma adalah penyakit kronis serius yang paling umum terjadi pada anak-anak. Ini adalah peradangan dan penyempitan saluran udara sehingga terjadi kesulitan bernapas. Istilah “asma” sering digunakan untuk menjelaskan gejala kesulitan bernapas tanpa diketahui penyebab dan waktu kemunculannya.

Penyebab asma
Pemicu alergi seperti serbuk bunga, spora lumut dan parasit hewan adalah pembawa penyakit yang membahayakan saluran udara (termasuk juga asap rokok dan uap).

Infeksi saluran pernapasan disebabkan oleh virus dan kurang olahraga atau menghirup udara dingin yang juga menyebabkan serangan asma. Walaupun asma bisa menjadi masalah kesehatan serius dan kronis, tapi bila dirawat dengan baik, kebanyakan anak dengan asma masih bisa hidup dan beraktivitas secara normal. Keparahan penyakit biasanya berkurang saat anak bertambah tua dan saluran udara menjadi lebih terbuka dan lebih besar.

Anak mungkin menderita asma jika dia terlalu sering batuk (terutama di malam hari) atau alergi, eksim, atau ada anggota keluarga dengan riwayat gejala ini. Tanda serangan asma mungkin termasuk napas pendek, terus batuk, napas berbunyi, bersiul atau bergumam keras saat saat menghembuskan napas. Saat bayi bernapas, otot sekitar tulang rusuknya terhimpit, hidungnya sedikit mengembang setiap bernapas, kelelahan, dan kulit pucat.

Mengatasi asma pada perkembangan bayi 25 minggu
Jika Anda berpikir bayi Anda terserang asma atau sulit bernapas  khususnya ketika mereka merasa tercekik di bagian leher, tulang rusuk atau perut saat menghirup udara, berusaha bernapas sekuat tenaga – hubungi 112 atau bawa dia ke ruang darurat. Anda juga harus meminta bantuan secepatnya bila bibir atau jari-jari bayi membiru atau bayi menjadi lesu, mudah marah atau kehilangan kendali.

Umumnya, anak dengan flu mungkin juga menderita sulit napas, tapi batuk di malam hari adalah pertanda asma kronis. Hubungi dokter jika anak Anda sulit tidur karena mendesah atau batuk.

Mengendalikan asma pada perkembangan bayi 25 minggu
Jika bayi didiagnosis menderita asma, dokter akan menjelaskan cara mengontrol asma. Anda mungkin juga harus menemukan penyebab asma: mungkin karena penyakit pernapasan atau masalah lingkungan, misalnya alergen atau asap rokok.

Anda perlu menggunakan nebulizer sebagai pendingin, untuk menaikkan kepala dan leher bayi 30 derajat atau lebih saat sedang tidur. Tes alergi mungkin juga berguna karena Anda bisa mengidentifikasi dan menghilangkan alergi dari lingkungan.

Contohnya, Anda mungkin mempertimbangkan menyingkirkan karpet, gorden, dan boneka hewan dari kamar Anda untuk mengurangi debu dan penyebarannya.

Perawatan medis terdiri dari obat hirup bronchodilator untuk membuka saluran udara, obat anti radang untuk mengurangi radang saluran udara, antibiotik jika ada infeksi sekunder dan mengidentifikasi penyebabnya untuk menjauhkan diri agen penyebab alergi.

2. Risiko kematian ketika anak sendirian pada malam hari

Para ahli setuju bahwa setelah anak bisa berubah posisi sendiri dengan mudah, ini bisa banyak mengurangi risiko SIDS (sindrom kematian mendadak pada bayi).

Ada dua alasan yaitu pertama, karena berkurangnya risiko SIDS bila bayi sudah bisa berbalik. Kedua, bayi tahu bahwa berbalik adalah salah satu cara  melindungi diri sendiri dari masalah terkait dengan tidur telungkup, karena postur telungkup bisa meningkatkan risiko secara drastis.

Menurut pakar, Anda harus menidurkan bayi dan membiarkannya berbaring terlentang sampai dia berusia setahun, tapi jaga bayi agar tidak kurang tidur karena posisi tidur yang terus berubah sepanjang malam.

Namun, pastikan agar boks bayi Anda aman dan lanjutkan mengikuti nasihat untuk mencegah SIDS, misalnya hanya menggunakan matras dan menghindari jenis bantal, selimut, handuk, dan mainan yang terbuat dari crinoline.

3. Harus lebih ekstra hati-hati saat bayi mandi di bak mandi

Untuk memastikan bahwa waktu mandi bayi tidak hanya menyenangkan melainkan juga aman, Anda harus mengikuti tips penting di bawah ini:

  • Tunggu sampai bayi bisa duduk dengan benar: baik Anda maupun bayi Anda akan merasa lebih nyaman dengan bak mandi besar bila anak bisa duduk sendiri atau dengan sedikit sanggahan
  • Duduk dalam posisi yang aman saat sedang basah dapat membuat bayi terpeleset dengan mudah, dan bahkan duduk tegap sekalipun masih bisa memiringkan bayi di dalam bak mandi. Walaupun terjatuh di dalam bak mandi tidak terlalu berbahaya bagi bayi tapi ini bisa memicu ketakutan setiap kali hendak mandi
  • Siapkan handuk, lap badan, sabun, sampo, mainan, dan benda penting lainnya di dalam bak mandi sebelum memasukkan bayi ke dalam bak mandi
  • Berada di sisinya: bayi selalu memerlukan pengawasan orang dewasa setiap mandi selama 5 tahun pertamanya
  • Periksa air mandi: periksa suhu air dengan siku atau pergelangan tangan Anda atau termometer mandi sebelum memasukkan bayi ke dalam bak mandi.


Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai saat usia bayi 25 minggu?
Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

1. Bayi bangun terlalu cepat

Jika bayi bangun terlalu cepat di pagi hari, ini adalah beberapa tips untuk membuat bayi terbangun sedikit lebih lambat:
  • Hindari cahaya fajar
  • Hindari suara berisik dari kendaraan
  • Biarkan bayi tidur lebih lama di malam hari
  • Kurangi waktu tidur siang hari
  • Bermain dengan bayi
  • Biarkan bayi menunggu sampai sarapan.


2. Memandikan bayi dalam bak mandi besar

Untuk memastikan keamanan dan menyenangkannya suasana mandi pada bayi, lakukan hal berikut:
  • Biarkan bayi bermain-main sebelum mandi
  • Gunakan benda sebagai teman mandinya (boneka biasa atau boneka hewan karet yang bisa dicuci)
  • Jangan sampai bayi kedinginan
  • Berikan bayi benda untuk dipegang
  • Biarkan bayi bermain air
  • Selalu temani bayi saat mandi
  • Jangan mandi sebelum makan
  • Jangan membuka penutup saluran pembuangan sampai bayi selesai mandi
  • Bersabarlah.

Seperti apa pertumbuhan bayi pada minggu ke-26?