Perkembangan Bayi di Usia 10 Minggu

Perkembangan Bayi di Usia 10 Minggu



Perkembangan bayi 10 minggu cukup beragam, sebagai orangtua mungkin Anda penasaran apa saja yang sudah bisa dilakukan si kecil di usia tersebut.

Bagaimana perkembangan bayi 10 minggu?

Kebanyakan bayi usia 10 minggu sering terbangun di tengah malam untuk menyusu. Di usia ini, bayi biasanya memiliki interval tidur dan terbangun yang lebih panjang. Hal ini akan memberi Anda banyak kesempatan beristirahat atau sekadar tidur siang untuk menyimpan tenaga.
Hal yang terjadi dalam perkembangan bayi 10 minggu, seperti:
  • Membuat berbagai macam suara
  • Mampu mengangkat kepala sampai 45 derajat saat berbaring
  • Suka mendang-nendang kakinya dan melambaikan tangannya untuk meraih benda-benda yang ada di atasnya
  • Membuka dan menutup genggaman tangan
  • Memasukkan tangannya ke mulut untuk menghisap

Apa yang harus saya lakukan dengan bayi saya?

Untuk mendukung perkembangan bayi 10 bulan, Anda bisa mencoba cara-cara di bawah ini:
  • Ajak berbicara kapan pun dan di mana pun. Meski si kecil belum mengetahui apa yang Anda katakan, tapi hal ini dapat membantu melatih mereka dalam mengenali suara orangtuanya.
  • Beri kesempatan bayi untuk merespon. Bayi yang sering diajak berkomunikasi dengan orangtua akan lebih cepat belajar bicara. Tanggapi setiap ocehan bayi Anda dengan memberikan ekspresi wajah yang antusias.
  • Bermainlah dengan nada suara saat berbicara.
  • Nyanyikan lagu untuk bayi.
  • Bacakan dongeng untuknya.
  • Perhatikan sinyal dari bayi ketika ia mulai bosan mendengarkan suara Anda, misalnya sering menutup mata, mengalihkan pandangan, menangis, atau mudah marah.
  • Berikan mainan untuk melatih jangkauan tangannya.

Kesehatan Bayi Usia 10 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter pada bayi usia 10 minggu?

Beberapa hal yang dapat Anda diskusikan dengan dokter terkait perkembangan bayi 10 minggu di antaranya:
  • Tanyakan pada dokter aktivitas apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, pola makan dan tidur, serta perkembangan dan perawatan bayi bila Anda berniat kembali bekerja
  • Tanyakan pada dokter jika Anda mengkhawatirkan kondisi si kecil jika Anda memutuskan untuk kembali bekerja.

Apa yang harus saya ketahui saat merawat bayi usia 10 bulan?

Supaya perkembangan bayi 10 minggu lebih optimal, ada beberapa hal yang harus diketahui orangtua ketika merawatnya, yaitu:
1. Refluks pada bayi
Refluks terjadi ketika makanan dan asam lambung bergerak dari perut menuju esofagus (kerongkongan). Sebagian besar bayi mungkin akan mengalami gumoh, alias menyemburkan susu atau muntah setelah disusui. Hal ini sebenarnya wajar dan cenderung tidak berbahaya.
Akan tetapi, sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda ke dokter jika menunjukkan gejala seperti:
  • Terlihat kesakitan
  • Tidak mau menyusu
  • Berat badannya tidak naik
  • Susu yang dikeluarkan berubah warna menjadi kehijauan, kekuningan, atau kecokelatan seperti darah
  • Tersedak dan batuk
  • Sesak atau sulit bernapas
Gejala tersebut biasanya menunjukkan kondisi yang tak normal. Pasalnya hal ini bisa jadi tanda si kecil mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD) atau yang juga sering disebut refluks asam lambung.
Beberapa penelitian menyarankan menambahkan sereal beras ke dalam ASI atau susu formula untuk membuat susu menjadi lebih kental sehingga gejala refluks membaik.
Anda juga bisa menegakkan bayi selama dan sesudah makan, dengan kepala mereka diangkat sekitar 30 derajat untuk mencegah refluks. Sekalipun bayi terus-menerus sendawa, metode ini juga dapat membantu meredakan gejala refluks.
Dokter mungkin meresepkan obat yang membantu mengurangi asam di dalam perut atau penghambat asam untuk diminum bayi setiap hari. Obat ini mirip dengan obat maag untuk orang dewasa. Ingat, Anda tidak boleh memberikan obat-obatan bayi apapun tanpa persetujuan dokter.
2. Berguling dan membalikkan badan
Pada usia bayi 10 minggu, mereka biasanya sudah bisa berbaring dari satu sisi ke sisi lainnya dan sebaliknya. Saat anak menjadi lebih aktif, berarti Anda harus menggunakan salah satu tangan untuk menahan bayi saat mengganti popok.
Anda tidak boleh membiarkan bayi berbaring di atas ranjang atau tempat manapun yang terlalu tinggi dan jauh dari atas lantai atau tanah tanpa mengawasi bayi karena sekarang dia dapat berpindah dan mudah jatuh.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada bayi usia 10 minggu?

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan pada bayi usia 10 minggu di antaranya:
Mengeluarkan air liur
Kelenjar air liur bayi mulai berfungsi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Namun, pada tahap perkembangan bayi 10 minggu umumnya produksi air liur meningkat.
Hal ini membuat bayi sering mengeluarkan air liur. Pada usia ini juga bayi cenderung memasukkan benda apapun ke dalam mulut sehingga jumlah air liur yang keluar akan lebih banyak daripada air liur yang ia telan.
Meski begitu, Anda perlu tahu bahwa mengeluarkan air liur bukan berarti bayi Anda sedang dalam proses pertumbuhan gigi.
Kebanyakan gigi pertama bayi tumbuh pada usia 4-7 bulan. Bila anak berkembang lebih dini, salah satu dari 2 gigi rahang bawah akan tumbuh ketika anak berusia 3 bulan.
Mendengkur
Pada awalnya, suara mendengkur pada bayi bisa muncul kapan saja. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Anda akan menyadari bahwa suara-suara ini muncul setiap kali Anda berbicara dengan bayi Anda setelah dia kenyang, saat dia melihat diri sendiri di depan cermin, atau bahkan melihat mainan bebek yang digantung di ranjang goyang.
Dalam tahap perkembangan bayi 10 minggu ini, anak juga akan menggunakan tenggorokan, lidah, dan mulutnya untuk mencoba-coba membuat suara.
Bagi orangtua, mendengkur adalah suara pertama bayi yang dibuat setelah menangis. Dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan, bayi Anda akan mulai tertawa terbahak-bahak (biasanya sekitar tiga setengah bulan), atau menjerit (saat berumur empat setengah bulan) dan membuat suara lainnya.
Anak Anda mungkin mengeja konsonan pada tahap yang sangat berbeda. Beberapa bayi bisa mengeja konsonan saat berumur tiga setengah bulan, lainnya harus menunggu sampai berumur 5-6 bulan.
Ketika bayi mulai mencoba mengeja konsonan, mereka umumnya akan mengeluarkan suara secara bersamaan dari 1-2 konsonan dan mengulanginya berkali-kali.