Perkembangan Bayi di Usia 43 Minggu

Perkembangan Bayi di Usia 43 Minggu


Bagaimana seharusnya perkembangan bayi di minggu 43?

Bayi mungkin sudah bisa berjalan jika Anda memegang tangannya, dan bahkan sudah bisa mengulurkan lengan atau kakinya saat sedang dipakaikan baju. Pada jam makan, bayi mungkin bisa minum dengan gelas sendiri (walaupun beberapa anak mungkin tidak melakukannya dengan baik selama beberapa bulan atau bahkan 1 atau 2 tahun berikutnya) dan makan dengan tangan sendiri.
Di minggu ketiga bulan ke-11, bayi biasanya sudah mampu:
  • Berdiri sendiri dan tetap berdiri tanpa berpegangan
  • Berkata “dada” atau “mama”
  • Menunjukkan sesuatu yang dia inginkan
Bayi akan dengan sengaja menjatuhkan benda agar seseorang, mungkin Anda, mengambilnya. Bila Anda sudah bosan dengan permainan menjatuhkan barang ini, ambil benda selama beberapa menit dan cobalah mengalihkan perhatian bayi dengan sesuatu yang sama menariknya, misalnya permainan cilukba.

Kesehatan Bayi Usia 43 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 43?

Kebanyakan dokter tidak memeriksa bayi bulan ini. Hubungi dokter jika ada masalah yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan selanjutnya.

Merawat bayi usia 43 minggu

Di saat ini, bayi mungkin terkena flu. Tapi berhati-hatilah saat menggunakan antibiotik. Antibiotik hanya efektif melawan bakteri, dan sama sekali tidak membantu melawan virus penyebab flu, dan banyak jenis penyakit pernapasan. Jadi, jika bayi mengalami salah satu kondisi ini, antibiotik tidak bisa membantu. Jangan berikan bayi antibiotik karena  antibiotik dapat membuat bakteri lebih kebal terhadap pengobatan, yang dapat bermasalah bila bayi membutuhkan obat yang dapat melawan bakteri. Selain itu, antibiotik memiliki risiko tersendiri, yaitu dapat menyebabkan efek samping atau bahkan reaksi alergi serius.
Kapan harus memberikan antibiotik?
Berikan antibiotik hanya sesuai instruksi dokter anak. Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai resep dokter. Menghentikan pengobatan terlalu dini tidak akan bisa menyembuhkan penyakit sepenuhnya dan malah bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Bagaimana cara memberikan antibiotik dengan lebih mudah?
Jika bayi muntah tepat setelah minum antibiotik dan kebanyakan obat keluar dari dalam mulutnya, Anda boleh memberi satu dosis lagi untuk menggantikan dosisnya. Tapi jangan berikan dosis tambahan ini bila bayi muntah setelah sejam. Setelah sejam biasanya sebagian besar obat telah terserap, dan memberikan dosis lain bisa mengakibatkan efek samping overdosis. Anda harus mencoba menemukan penyebab bayi muntah, apakah karena bayi tersedak atau sakit?
Beberapa obat bisa dicampurkan ke dalam makanan macam saus apel untuk membuat obat terasa lebih enak. Dalam kasus lain, obat tetes atau alat suntik yang menyuntikkan obat ke dalam tenggorokan bayi lebih efektif daripada menggunakan sendok. Apoteker lokal mungkin juga dapat menambahkan rasa spesial pada obat tertentu untuk lebih bisa diminum bayi.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai saat usia bayi 43 minggu?

Anda mungkin cemas dengan berbagai masalah di minggu ke-43:
Menggertakkan gigi
Sama seperti membenturkan kepala, menggulung/menjambak rambut, atau mengisap jari, menggemeretakkan gigi sering kali merupakan cara menghilangkan stres bagi beberapa bayi. Menggertakkan gigi dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi susu dan gigi permanen. Ada dua macam penyebabnya: ketegangan dan rasa ingin tahu.
Memberikan banyak kasih sayang dan perhatian sebelum tidur siang atau jam tidur malam juga bisa mengurangi frekuensi menggertakkan gigi dengan membantu bayi beristirahat. Pada kebanyakan kasus, kebiasaan ini akan hilang seiring meningkatnya kemampuan bayi dalam menangani masalah, dan sebelum terjadi kerusakan gigi.
Ketegangan tidak selalu menjadi penyebab gertakan gigi. Terkadang, bayi secara tidak sengaja menemukan cara bereksperimen dengan gigi barunya, menikmati sensasi dan suaranya, dan membuatnya menjadi kebiasaan. Namun, tak berapa lama kemudian, sensasi menyenangkan akan hilang dan bayi tidak lagi tertarik dengan orkestra dari giginya.
Jika Anda menemukan bahwa gertakan gigi bayi menjadi semakin sering dan bukannya menghilang, dan Anda cemas bahwa dia mungkin mulai merusak giginya, konsultasikanlah kepada dokter anak atau dokter gigi.
Menggigit
Adalah hal yang wajar bagi bayi untuk menguji giginya pada setiap permukaan. Menggigit bisa menjadi kebiasaan buruk dan, semakin banyaknya gigi, menjadi bertambah sakit bagi “korbannya”.
Menggigit pada awalnya menyenangkan dan eksperimental; bayi sama sekali tidak tahu bahwa itu akan melukai siapapun. Namun, reaksi manusia menyebabkan sebab dan akibat yang menarik. Bayi menganggap ekspresi wajah ibu saat dia menggigit bahunya, dan wajah Anda yang tampak terkejut dan teriakan “Aduh!” dari ayah adalah hal yang lucu, serta “Jangan gigit dong, sakit!” dari nenek adalah tanda persetujuan. Anehnya, teguran yang marah “Aduh!” atau tegas bisa mendukung kebiasaannya, karena bayi menganggapnya menghibur atau sebagai tantangan untuk menjadi lebih mandiri, atau malah keduanya.
Cara paling efektif untuk merespon adalah dengan menjauhkan bayi dengan tenang dari tempat dia menggigit, dengan tegas berkata “Jangan menggigit”. Lalu, dengan cepat alihkan perhatiannya dengan bernyanyi, memberikan mainan, atau cara lainnya. Lakukan ini setiap kali bayi menggigit dan dia akan mengerti pesannya. Jka Anda menggigit balik, akan semakin bermasalah; tidak hanya karena kejam, melainkan juga karena terdapat implikasi samar-samar bahwa Anda harus bermain secara adil dengannya.
Bagaimana perkembangan bayi di minggu selanjutnya?