Perkembangan Bayi di Usia 48 Minggu

Perkembangan Bayi di Usia 48 Minggu


Perkembangan Bayi Usia 48 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi di minggu 48?

Bila bayi belum bisa berjalan, bayi mungkin akan mengambil langkah pertama sendiri sebentar lagi. Jika belum, jangan cemas. Beberapa bayi yang normal berusia 16-17 bulan sebelum mulai berjalan.
Di minggu terakhir bulan ke-12, bayi mampu:
  • Berdiri sendiri dengan baik
  • Berjalan dengan baik
  • Bisa mengutarakan keinginannya selain dengan menangis
  • Bermain bola (menggelindingkan bola kembali kepada Anda)
  • Minum dengan gelas sendiri
  • Menggunakan bahasa yang kekanak-kanakan (walaupun berupa bahasa asing buatan sendiri yang tidak jelas)
  • Merespon perintah satu langkah tanpa gerakan (“Berikan itu kepada saya” tanpa kita perlu mengulurkan tangan)
  • Mengucapkan tiga atau lebih kata selain “mama” atau “dada”
Seperti biasa, pastikan bayi berada di lingkungan yang aman untuk mempraktikkan keahlian barunya. Ikuti panduan standar tentang cara melindungi anak dan jangan pernah tinggalkan anak sendirian. Dan selalu siapkan kamera. Tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain melihat bayi Anda mulai melangkah untuk pertama kalinya.
Anda bisa mendorongnya berjalan dengan berdiri atau berlutut di hadapannya dan memegang tangannya. Atau pegang kedua tangannya dan berjalan bersamanya. Bayi akan belajar berjalan dengan lengan di sisi tubuhnya dan siku ditekuk, kakinya menjulur keluar, perutnya di depan dan pantat menonjol untuk menjaga keseimbangan.

Kesehatan Bayi Usia 48 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 48?

Kebanyakan dokter tidak memeriksa bayi bulan ini karena bayi pada usia ini tidak senang dipegang selama kunjungan. Bayi yang takut dengan orang asing mungkin juga tidak menyukai dokter, termasuk mereka yang hangat dan ramah sekalipun. Hubungi dokter jika ada masalah darurat yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan selanjutnya.

Merawat bayi usia 48 minggu

Sebaiknya Anda mulai mendeteksi gejala cacar air. Waspadai bintik merah, terutama jika Anda tahu anak Anda telah terpapar dengan anak lain yang terkena cacar air. Butuh 10-21 hari setelah paparan virus sampai akhirnya gejala muncul.
Gejala cacar air
Anda akan melihat benjolan kecil berwarna merah yang gatal berkembang menjadi benjolan berwarna merah jambu berisi cairan, lalu menjadi kering berwarna cokelat, pertama dari tubuh dan kulit kepala, dan kemudian menyebar ke wajah, lengan, dan kaki. Bayi mungkin juga tampak sangat lelah, tidak lapar, dan demam ringan.
Apa yang harus dilakukan jika bayi terkena cacar air?
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Untuk menghindari infeksi dan bekas luka, bantu cegah dengan menggunting kuku bayi dan tidak membiarkannya menggaruk atau memencet luka.
Beberapa orangtua memakaikan sarung tangan kapas pada bayi. Anda bisa meredakan gatal dengan memandikan bayi dengan air sejuk bercampur dengan baking soda atau oatmeal dan mengoleskan lotion kalamin. Obati demam dengan paracetamol, tapi jangan pakai aspirin. Biarkan dokter tahu jika gejalanya tampak memburuk. Gejala memburuk ini termasuk:
  • Banyak bintik
  • Sakit di dalam mulut atau mata
  • Bayi demam selama beberapa hari
  • Kulit membengkak, melembut, atau sangat merah
Klik tautan berikut untuk cari tahu lebih lanjut seputar cara mengobati cacar air anak.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai saat usia bayi 48 minggu?

Di minggu terakhir bulan ke-12, Anda mungkin cemas dengan beberapa hal. Salah satunya adalah mengisap dot. Anda mungkin merasa bahwa membuat bayi terpisah dari hal yang dia sukai adalah perbuatan yang kejam, tapi para ahli mengatakan bahwa sudah saatnya untuk mulai menjauhkannya dari dot.
Ada dua alasan untuk menghentikan menggunakan dot. Pertama, semakin lama bayi mengisap dot, semakin sulit untuk menghentikannya. Namun, alasan lainnya adalah mulainya fase perkembangan cara berbicara. Bayi mungkin lebih enggan untuk berceloteh jika ia memiliki sesuatu di mulutnya sepanjang waktu. Mengambil dot bisa merepotkan. Lakukan secara perlahan: Batasi penggunaan di siang hari dan usahakan bayi tidak menggunakannya di malam hari. Anda juga dapat mencoba menggantikan dot dengan boneka hewan atau mainan.
Bagaimana perkembangan bayi di bulan selanjutnya?